Inovasi Pengelolaan Sampah DLHK Kukar Buka Peluang Usaha Baru

0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

POTENSI USAHA : Kepala DLHK Kukar, Slamet Hardiraharjo, sampah kini tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus konsumsi, melainkan sebagai awal dari potensi usaha berbasis daur ulang. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Inovasi Pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), membuka peluang usaha baru.

Terkait dengan hal itu, DLHK Kukar mengembangkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah dengan menekankan pada pemanfaatan nilai ekonomisnya. Tidak sekadar mengurangi limbah, strategi ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hardiraharjo, menjelaskan bahwa sampah kini tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus konsumsi, melainkan sebagai awal dari potensi usaha berbasis daur ulang.

“Pendekatan baru dalam pengolahan sampah tidak hanya berfokus pada penanggulangan limbah, tetapi juga pada pengambilan nilai ekonomis dari sampah rumah tangga hingga skala kawasan,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

Salah satu contoh nyata penerapan konsep ini, adalah pengolahan sampah di Kecamatan Tenggarong Seberang. Di kawasan tersebut, sampah yang dikumpulkan dari bank sampah dipilah dan diolah menjadi produk bernilai jualm seperti batako dan paving block.

“Sampah rumah tangga yang sudah dipilah di bank sampah tidak langsung dibuang, melainkan diproses menjadi bahan yang bernilai jual. Ini sudah dilakukan di Tenggarong Seberang dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Slamet.

Tidak hanya itu, DLHK Kukar juga memfasilitasi riset di Loa Kulu yang mengembangkan teknologi konversi sampah organik menjadi bahan bakar minyak.

Teknologi ini menggunakan metode insulin yang mampu menghasilkan bahan menyerupai solar dari limbah rumah tangga.

“Meski masih dalam tahap uji coba, ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal bisa menjawab tantangan pengelolaan limbah,” lanjutnya dan mengaku optimistis kalau teknologi tersebut akan menjadi bagian dari solusi jangka panjang.

Menurutnya, masyarakat kini mulai terlibat aktif dalam proses daur ulang, bukan hanya sebagai penghasil sampah, tetapi juga sebagai pelaku yang memperoleh nilai dari limbah. Hal ini memperkuat semangat ekonomi sirkular di lingkungan lokal.

“Sampah bukanlah beban, melainkan sumber daya. Ini awal dari potensi ekonomi baru yang berkelanjutan jika dikelola dengan inovatif dan partisipatif,” katanya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *