Kukar Kolaborasikan Program MBG Nasional dan Daerah Lewat Skema “MBG Plus”

0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

TINJAU : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat meninjau SMPN 3 Tenggarong. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), kolaborasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Nasional dan daerah lewat skema “MBG Plus”

Program MBG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, mulai diujicobakan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kukar. Program ini dirancang sebagai strategi nasional untuk memastikan gizi anak terpenuhi sejak dini, demi mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Meski penerapan penuh masih menunggu tahapan berikutnya, Pemkab Kukar bergerak cepat dengan membentuk empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah sekitar ibukota.

Unit ini menjadi garda terdepan dalam memastikan menu bergizi sampai ke tangan penerima manfaat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan nasional tersebut. Menurutnya, Kukar sejak awal telah memiliki program serupa melalui visi misi ‘Kukar Idaman Terbaik’ yang mencakup pemberian makan bergizi gratis bagi balita dan lansia.

“Kita sudah menetapkan makan bergizi gratis bagi balita dan lansia di visi misi ‘Kukar Idaman Terbaik’. Jadi, program pusat ini akan kita sambungkan melalui MBG Plus, agar dampaknya semakin luas,” ujar Aulia.

Pernyataan itu disampaikan Aulia saat mengunjungi SMP Negeri 3 Tenggarong. Dalam dialog santai dengan siswa, seorang siswi spontan menyebut “makan gratis” sebagai kebutuhan penting bagi pelajar.

Mendengar hal itu, Aulia tersenyum dan menanggapi, “Nanti kita ada MBG Plus, kolaborasi dari pusat dan daerah,” sambil menekankan pentingnya pemenuhan gizi untuk tumbuh kembang anak.

Dijelaskan, MBG Plus bukan sekadar menyediakan makan siang gratis, tetapi juga memastikan setiap menu yang diberikan sesuai standar gizi untuk mendukung pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh, dan perkembangan otak.

“Yang kita kejar adalah masa keemasan anak-anak kita,” tegas Aulia, seraya menekankan bahwa keberhasilan program bergantung pada sinergi bersama, bukan pada perdebatan soal kewenangan.

Pemkab Kukar, lanjutnya, rutin berkoordinasi dengan pengelola SPPG di tingkat kecamatan, guna memastikan distribusi berjalan optimal.

“Diskusi terus kita lakukan, dan kami berharap MBG ini berjalan baik. Sekarang pun kita sedang membicarakan perkembangan program di berbagai kecamatan,” tandasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *