JALAN BARU : Heriansyah, aktivitas tambang yang ada di kawasan tersebut menyebabkan jalan lama tidak lagi bisa digunakan secara aman. Karena itu, dilakukan pengalihan jalur dengan membuat jalan baru. (foto: ilustrasi)
berikabarnusantara.com, KUKAR – Kondisi jalan utama menuju Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), rusak dan kian memprihatinkan. Perusahaan tambang bangun akses baru.
Ketika musim hujan tiba, jalur ini tidak lagi layak digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Plt Sekretaris Desa Bhuana Jaya, Heriansyah, mengatakan kerusakan jalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah desa, terlebih akses ini merupakan urat nadi mobilitas masyarakat.
“Aktivitas tambang yang ada di kawasan tersebut menyebabkan jalan lama tidak lagi bisa digunakan secara aman. Karena itu, dilakukan pengalihan jalur dengan membuat jalan baru,” ujar Heriansyah, Senin (18/08/2025).
Pengalihan jalur dilakukan karena jalan lama bersinggungan langsung dengan area operasional tambang. Demi keselamatan warga, jalan baru dibangun sebagai alternatif sekaligus akses utama menuju desa.
Menurut Heriansyah, pembangunan jalan pengganti sepenuhnya didanai oleh perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah itu.
Langkah itu, sebutnya, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Tambang ini legal dan mereka juga telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung infrastruktur desa, salah satunya dengan pembangunan jalan pengganti,” jelasnya.
Jalan baru ini kini menjadi jalur vital bagi warga untuk menunjang kegiatan pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Namun, pemerintah desa tetap berharap adanya komunikasi yang lebih intens antara perusahaan dengan masyarakat, agar dampak industri tambang tidak merugikan lingkungan maupun kehidupan warga.
“Kami ingin kehadiran tambang bisa memberi manfaat nyata dan jangka panjang bagi warga. Bukan hanya soal jalan, tapi juga dampak positif lainnya untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya berharap. (rob)
Editor : 54H

