Muara Kaman Genjot Pemasaran UMKM Lewat Kemasan dan Branding

0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

PERHATIAN UMKM : Camat Muara Kaman, Berliang, perhatian terhadap UMKM baru benar-benar meningkat sejak kepemimpinan Bupati Edi Damansyah. Sejak itu, mulai ada pembeli dari luar daerah yang datang langsung ke Muara Kaman untuk mengambil produk-produk lokal. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggenjot pemasaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lewat kemasan dan branding.

Terkait dengan persoalan itu, Camat Muara Kaman, Berliang, menyoroti tantangan pemasaran UMKM di kawasannnya.

Meskipun produksi barang terus berjalan dan kualitas produk kian meningkat, distribusi dan promosi dinilai belum maksimal, sehingga nama Muara Kaman belum kunjung ikut terangkat.

Berliang menjelaskan, selain kopi, banyak produk UMKM yang sebenarnya potensial. Misalnya, Roti Balok yang sekarang sudah dikemas lebih menarik. Tapi secara umum, pemasaran masih terbatas di lingkungan sekitar.

Menurutnya, kendala utama terletak pada kurangnya pemahaman pelaku UMKM terhadap strategi promosi, pemilihan bahasa pemasaran yang efektif, dan pentingnya branding.

Hal ini membuat produk dari Muara Kaman kerap dijual dengan merek luar daerah, sehingga identitas lokal tidak ikut terangkat.

Contohnya, produk Ikan Asin asal Muara Kaman yang telah menembus pasar hingga Surabaya dan Jakarta. Namun, produk tersebut tidak membawa nama desa ataupun UMKM penghasilnya.

“Ini karena dulu memang UMKM belum berkembang. Sekarang sudah banyak yang mulai dibina, tapi tantangannya bagaimana membuat nama Muara Kaman ikut dikenal,” ungkapnya, Kamis (8/5/2025).

Berliang menyebutkan, bahwa perhatian terhadap UMKM baru benar-benar meningkat sejak kepemimpinan Bupati Edi Damansyah. Sejak itu, mulai ada pembeli dari luar daerah yang datang langsung ke Muara Kaman untuk mengambil produk-produk lokal.

Untuk memperluas pemasaran, Berliang mendukung gagasan PKK tingkat kabupaten, agar dibentuk pusat oleh-oleh di Tenggarong.

Menurutnya, lokasi tersebut sangat strategis sebagai pintu masuk utama bagi tamu yang datang ke Kutai Kartanegara, dan diharapkan pusat oleh-oleh itu bisa menjadi wadah bagi seluruh kecamatan mempromosikan produk UMKM masing-masing.

“Kalau ada kios atau gerai yang dikelola PKK kabupaten di Tenggarong, PKK Kecamatan bisa membantu mengkondisikan pengiriman produk. Ini bisa menjadi solusi, agar tidak hanya produk yang dikenal, tapi juga asal-usulnya,” paparnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *