Sampah Plastik Diubah Jadi Tabungan, Bupati Gandeng Sekolah dan Bank Sampah

0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

KOLABORASI : Bupati Kukar, Edi Damansyah, dalam agenda Peringatan Hari Lingkungan Hidup, pentingnya kolaborasi antara sekolah dan bank sampah desa dalam menangani persoalan sampah plastik. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), akan mengubah sampah plastik menjadi tabungan dengan menggandeng sekolah dan bank sampah.

“Pentingnya kolaborasi antara sekolah dan bank sampah desa dalam menangani persoalan sampah plastik,” tegas Bupati Kukar Edi Damansyah, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Taman Tanjong, Minggu (8/6/2025).

Edi mengapresiasi partisipasi masyarakat Kukar dalam pengelolaan sampah sejauh ini dan menekankan bahwa upaya tersebut masih harus ditingkatkan.

Bupati menyoroti tema peringatan tahun ini yang terfokus pada sampah plastik dan mendorong langkah strategis di tingkat pendidikan dasar.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar bank sampah yang ada di desa dapat bekerja sama dengan sekolah-sekolah, terutama SD dan SMP,” ujarnya.

Menurut Edi, kerja sama ini bertujuan agar sekolah dapat mewajibkan murid membawa sampah plastik dari rumah secara berkala yang kemudian akan dikelola oleh bank sampah.

Melalui sistem ini, siswa tidak hanya diedukasi soal lingkungan, tetapi juga mulai mengenal nilai ekonomis dari sampah.

“Anak-anak bisa memiliki tabungan dari hasil pengumpulan sampah plastik. Jadi kalau ada kegiatan seperti kunjungan sekolah atau ekstrakurikuler, mereka tidak lagi membebani orang tua,” jelasnya.

Beberapa sekolah di Kukar, sambungnya, telah menjalankan program serupa, namun masih terbatas.

Menurutnya, momen peringatan Hari Lingkungan Hidup ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas inisiatif tersebut secara merata.

“Dua nilai penting yang kita peroleh dari sini. Pertama, edukasi. Kedua, ekonomi. Anak-anak belajar mengelola sampah dan melibatkan orang tua mereka, sekaligus menabung dari hasilnya,” jelas Edi.

Edi juga mengajak seluruh jajaran Pemkab, terutama DLHK, untuk memberi perhatian lebih serius terhadap pengelolaan sampah plastik di Kukar.

“Jangan sampai kita terus memandang sampah hanya sebagai masalah. Kita harus ubah mindset, bahwa sampah juga bisa menjadi peluang ekonomi, jika dikelola dengan baik,” tandasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *