Promosi Wisata Kukar Dimulai dari Layar, Tuana Tuha Jadi Cerita Pembuka

0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

JENDELA AWAL : Plt Sekertaris Dispar Kukar, Sugiarto, film ini menjadi jendela awal dalam membangun kesadaran wisata berbasis budaya di Kukar. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Promosi wisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dimulai dari layar, Tuana Tuha menjadi cerita pembuka.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar membuka babak baru dalam promosi pariwisata berbasis budaya, lewat penyelenggaraan Workshop Pembuatan Video atau Film Promosi Pariwisata bertajuk Misteri Tuana Tuha yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Rabu (25/6/2025).

Workshop ini tidak hanya membahas sisi teknis produksi film, tetapi juga menandai dimulainya upaya sistematis untuk mengenalkan legenda dan kearifan lokal Kukar melalui media visual.

Plt Sekretaris Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto, menyebut bahwa film ini menjadi jendela awal dalam membangun kesadaran wisata berbasis budaya di Kukar.

“Dengan adanya media online dan sosial, penyebaran informasi mengenai kebangkitan wisata di Kukar sangat cepat, khususnya terkait legenda, kebudayaan, dan pendidikan yang ada di Kukar,” jelasnya pasca agenda.

Pemilihan Tuana Tuha sebagai fokus cerita bukan tanpa alasan. Daerah ini diyakini memiliki kekhasan budaya yang tidak dimiliki oleh wilayah lain.

Cerita mistik seperti Medal dan Kuyang yang dikenal masyarakat setempat, diangkat sebagai bagian dari daya tarik budaya yang perlu dikenalkan kembali.

“Saya sendiri waktu kecil tinggal di situ. Memang banyak hal-hal mistik yang jadi cerita turun-temurun. Ini yang coba diangkat oleh teman-teman,” ucapnya sambil mengharapkan, upayanya juga dapat mendorong penguatan sektor perfilman lokal.

Menurutnya, Kukar memiliki banyak talenta perfilman, bahkan beberapa lulusan dari perguruan tinggi di Pulau Jawa. Namun, keterbatasan anggaran dan wadah menjadi tantangan yang harus segera dijawab.

“Sebenarnya potensi perfilman di Kukar cukup besar. Hanya saja memang perlu pendampingan dan penguatan, terutama dari sisi anggaran,” ujarnya.

Rencana penayangan film di bioskop juga tengah dipersiapkan. Namun pihaknya menekankan, bahwa kualitas dan kelengkapan administrasi harus diperhatikan sebelum film dapat ditayangkan secara luas.

Untuk itu, dinas akan berperan aktif dalam memfasilitasi kebutuhan teknis dan strategis agar perfilman lokal bisa menjadi alat efektif promosi daerah.

“Insya Allah akan kita coba upayakan agar bisa difasilitasi dengan baik. Selain sebagai upaya pengenalan wisata dan budaya, ini juga bisa menjadi peluang terbukanya lapangan pekerjaan,” katanya berharap.

Film Misteri Tuana Tuha tidak hanya menyentuh aspek visual budaya, tetapi juga turut memperkenalkan keberagaman bahasa daerah di Kukar.

“Ini adalah bentuk pengenalan keanekaragaman budaya dan bahasa. Ini kekayaan yang harus kita jaga,” tandasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *