Pemkab Kukar Canangkan BBGRM ke-22, Bupati: Gotong Royong Fondasi Pembangunan

0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

BBGRM : Bupati Kukar dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri-Rendi Solihin, saat kegiatan BBGRM di Kota Bangun. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 tingkat kabupaten, Minggu (20/07/2025). Bupati Aulia Rahman Basri, menegaskan gotong royong sebagai fondasi pembangunan.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Dermaga Kota Bangun Ulu dan dihadiri Bupati Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, jajaran pejabat daerah, aparat desa, serta masyarakat setempat.

Bupati Aulia menegaskan, bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan budaya kerja yang harus terus dihidupkan di tengah masyarakat.

Disebutkan, falsafah lokal “Betulungan Etam Bisa” menjadi landasan utama dalam mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Kita tidak perlu menunggu momen tertentu untuk bergotong royong. Ini adalah bagian dari jati diri masyarakat Kutai Kartanegara yang harus terus kita rawat dan kembangkan,” ujar Aulia.

Usai apel pencanangan, Bupati dan Wakil Bupati meninjau langsung pelaksanaan gotong royong di beberapa lokasi, di antaranya penanaman pohon di kawasan Tanjung Sarai, Kedang Murung, serta kegiatan pengecatan Masjid Nurul Muqorobbin di Desa Liang dan Desa Loleng.

Di waktu yang sama, seluruh desa dan kelurahan di Kukar juga melaksanakan kegiatan gotong royong serentak sesuai dengan prioritas kebutuhan wilayah masing-masing.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Kukar memberikan penghargaan kepada desa dan kelurahan yang dinilai berhasil melaksanakan gotong royong secara optimal.

Desa Karang Tunggal (Tenggarong Seberang) dinobatkan sebagai pelaksana gotong royong terbaik, disusul Desa Sumber Sari (Marangkayu) dan Desa Sambangah (Tabang).

Untuk kategori kelurahan, penghargaan diberikan kepada Kelurahan Melayu dan Loa Ipuh (Tenggarong).

Selain itu, Pemkab Kukar juga memberi penghargaan kepada sepuluh desa atas pengelolaan keuangan desa yang akuntabel, transparan, partisipatif, dan tertib administrasi.

Desa-desa tersebut antara lain, Desa Perian dan Tanjung Batuq Harapan (Muara Muntai), Umaq Tukung (Tabang), Mulawarman dan Karang Tunggal (Tenggarong Seberang).

Selain itu, Wonosari (Kota Bangun Darat), Melintang (Muara Wis), Tuana Tuha (Kenohan), Loa Kulu Kota (Loa Kulu), serta Tanah Datar (Muara Badak).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aulia juga mengumumkan peningkatan anggaran Dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk RT dari semula Rp50 juta menjadi Rp150 juta per tahun.

Dana tersebut akan digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan wilayah, mencakup operasional RT, kegiatan sosial, program pengentasan kemiskinan, serta mendukung program pendidikan “Satu KK Satu Sarjana”.

Selain itu, Pemkab Kukar juga mengalokasikan bantuan langsung sebesar Rp1 juta per kepala keluarga bagi warga prasejahtera sebagai langkah preventif untuk mencegah munculnya kelompok masyarakat miskin baru dan menjaga ketahanan ekonomi keluarga rentan.

“Kenaikan Dana BKKD dan bantuan langsung tunai ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan,” tegas Aulia.

Mengakhiri arahannya, Bupati Aulia menegaskan, bahwa semangat gotong royong harus terus menjadi ruh dalam setiap program pembangunan di Kutai Kartanegara, sekaligus menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja bersama demi kemajuan daerah.

“Sebaiknya kita bekerja,” tegasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *