Pemdes Muara Kaman Ulu Prioritaskan Program Pembangunan 2025

0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

PELANTARAN : Kantor Desa Muara Kaman Ulu. Kades Hendra, kita bangunkan pelantaran seperti di Timbau, di Taman Tanjung. (foto: ist)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Kaman Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),  menetapkan sektor pariwisata sebagai prioritas program pembangunan pada tahun 2025.

Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah pembangunan halaman pelantaran di tepi Sungai Matang, yang dirancang sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata baru di wilayah tersebut.

Kepala Desa (Kades) Muara Kaman Ulu, Hendra, bilang bahwa perencanaan pembangunan sudah dilakukan sejak lebih dari satu tahun lalu dengan nilai anggaran bertahap, antara Rp75 juta hingga Rp100 juta.

Fasilitas ini akan menampilkan konsep pelantaran berbahan kayu ulin, mirip dengan ruang terbuka yang ada di Taman Tanjung Tenggarong.

“Kita bangunkan pelantaran seperti di Timbau, di Taman Tanjung, seperti gitu lah. Tapi, kita terbuat dari kayu ulin,” ujar Hendra, Selasa (05/08/2025).

Pengembangan kawasan wisata Sungai Matang ini, tambhanya, juga akan melibatkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar desa.

Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dalam membangun potensi lokal tanpa semata-mata bergantung pada dana desa.

Meski demikian, Hendra mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam mewujudkan rencana ini.

Sebagian besar dana desa terserap dalam kewajiban penyesuaian anggaran, sehingga porsi untuk pembangunan sangat terbatas.

“Kalau untuk pembangunan itu bisa sampai 2 sampai 3 miliar. Tapi yang didapat di pemerintah desa itu dibagi-bagi. Kadang 75 juta, kadang 100 juta,” ungkapnya.

Pada tahun ini, pemerintah desa hanya mampu mengalokasikan Rp75 juta untuk pembangunan awal. Namun, dia tetap optimistis program ini bisa terus berlanjut secara bertahap dengan target anggaran tambahan minimal Rp100 juta pada tahun depan.

Hendra menilai, kawasan tepi Sungai Matang memiliki potensi eksotis, terutama karena berada di sebelah barat dan menjadi lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Dengan penataan yang berkelanjutan, diharapkan lokasi tersebut dapat menjadi ikon wisata baru di Muara Kaman Hulu.

“Paling tidak dikerjakan terus, berapa meter dapatnya. Artinya, tidak langsung selesai, jadi berkelanjutan,” terangnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *