Tahap Lelang, Disdikbud Terus Dorong Pembangunan Pendidikan

0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

TARGET NOVEMBER : Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, kalau memang waktunya tidak memungkinkan, ya tidak perlu dipaksakan. Tapi target pelaksanaan tetap kami upayakan selesai hingga November. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Kendati sebagian besar kegiatan masih dalam proses lelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terus mendorong percepatan pelaksanaan program pembangunan infrastruktur pendidikan.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, bilang langkah efisiensi menjadi prioritas agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Hingga saat ini, sebagian besar kegiatan masih proses lelang. Ada beberapa program yang nilai anggarannya dikurangi, karena mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas,” ujar Kadisdikbud, Selasa  (12/08/2025).

Menurutnya, kegiatan yang secara teknis tidak memungkinkan diselesaikan dalam waktu tersisa dan tidak akan dipaksakan untuk tetap dijalankan. Target penyelesaian tetap diupayakan rampung pada November mendatang.

“Kalau memang waktunya tidak memungkinkan, ya tidak perlu dipaksakan. Tapi target pelaksanaan tetap kami upayakan selesai hingga November,” tegasnya.

Untuk saat ini, progres fisik pembangunan diperkirakan sudah mencapai 50 persen. Namun, sebagian besar kegiatan belum dapat dipastikan tahapan pelaksanaannya, karena masih berada di tahap pengadaan.

“Sebagian masih di BLP (Biro Layanan Pengadaan). Jadi, kami belum bisa pantau, apakah sudah tayang atau kontrak. Prosesnya masih berjalan,” jelas Thauhid.

Sebagian besar pekerjaan yang direncanakan bersifat rehabilitasi ringan. Strategi ini dipilih untuk mempercepat pengerjaan tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

“Kami fokus pada kegiatan yang realistis diselesaikan dalam waktu terbatas,” katanya.

Keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan utama. Sekitar 56 persen dari total anggaran Disdikbud digunakan untuk belanja pegawai. Sedangkan sisanya, baru dialokasikan untuk pembangunan.

“Kalau ada sekolah yang belum kebagian perbaikan, kami harap bisa bersabar. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Tapi anggaran memang tidak sebesar sebelumnya,” pungkasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *