Perkuat Ekonomi Desa Ponoragan Kembangkan Hilirisasi Produk Ikan dan Padi

0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

JAGA MUTU : Tempat budidaya ikan kolam tanah. Kades Ponoragan, Sarmin, untuk menjaga mutu, kami hanya memasarkan bibit ikan jenis F1 dan F2. Sedangkan F3 tidak kami rekomendasikan untuk pembesaran, karena biayanya jauh lebih tinggi. (foto: ilustrasi)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Salah satu upaya untuk memperkuat ekonomi, Desa Ponoragan Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mengembangkan hilirisasi produk ikan dan padi.

Pengembangan sektor hilir untuk menjaga stabilitas ekonomi warga. Karena itu, langkah ini diambil di tengah fluktuasi harga hasil panen dan melemahnya pasar ikan lele.

Kepala Desa (Kades) Ponoragan, Sarmin, menjelaskan bahwa desa yang sebagian besar lahannya digunakan untuk budidaya ikan air tawar, kini menaruh perhatian besar pada pengolahan hasil perikanan.

“Untuk menjaga mutu, kami hanya memasarkan bibit ikan jenis F1 dan F2. Sedangkan F3 tidak kami rekomendasikan untuk pembesaran, karena biayanya jauh lebih tinggi,” papar Sarmin, Rabu (13/08/2025).

Ponoragan dikenal sebagai penghasil bibit ikan air tawar terbesar di Kaltim dan sekitar 50 persen wilayahnya dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya.

Namun, potensi itu tidak hanya berhenti di sektor pembenihan. Untuk menyiasati harga lele yang kerap anjlok, pemerintah desa mendorong produksi olahan seperti abon lele, empek-empek, hingga kerupuk lele.

“Inovasi ini bukan hanya menjaga harga lele di tingkat petani, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” kata Sarmin.

Di sektor pertanian, strategi serupa diterapkan. Melalui kemitraan dengan BUMDes Loh Sumber, hasil panen padi warga dapat terserap sepenuhnya.

“Dengan kerjasama ini, hasil panen padi kami terserap maksimal. Untuk hasil sayuran, para petani sudah punya pasar sendiri, karena pengepul rutin datang ke desa,” jelasnya.

Sarmin menambahkan, langkah ke depan adalah memperkuat rantai hilir, baik di sektor pertanian maupun perikanan, agar produk desa memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Pemasaran bukan lagi masalah. Sekarang yang jadi perhatian kami adalah bagaimana produk pertanian dan perikanan ini bisa naik kelas melalui pengolahan yang lebih kreatif,” tandasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *