Jelang Idul Adha Distanak Kukar Perketat Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

SEHAT : Distanak Kukar Cek Kesehatan Hewan Kurban. Gazali Rahman, untuk tahap awal pemeriksaan kesehatan difokuskan di Tenggarong. Tujuannya, memastikan seluruh hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Menjelang Perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Mendekati perayaan Iduladha 1446 Hijriah, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar)

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan seacara intensif di sejumlah titik. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan menular yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan menyasar hewan-hewan kurban, seperti sapi dan kambing yang dijual atau diternakkan di wilayah Kukar, khususnya di Kecamatan Tenggarong.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Gazali Rahman, menyebutkan bahwa kegiatan ini dipusatkan di lima lokasi, yakni Tenggarong Seberang, Bukit Biru, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pesut, serta Rumah Potong Hewan (RPH) Mangkurawang.

“Fokus kita memang di Tenggarong untuk tahap awal, dengan tujuan memastikan seluruh hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit,” ujar Gazali, Selasa (3/6/2025).

Gazali mengungkapkan, dua penyakit utama yang menjadi perhatian adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), yang sebelumnya sempat menyerang populasi ternak di beberapa daerah di Indonesia.

“Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi sejak dini potensi penularan penyakit, terutama menjelang Idul Adha saat permintaan hewan kurban meningkat tajam,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Distanak Kukar, total ketersediaan hewan kurban yang belum dipotong di seluruh wilayah Kukar saat ini mencapai 4.420 ekor sapi, 963 ekor kambing, dan 20 ekor kerbau.

Semua hewan yang lolos pemeriksaan kesehatan akan diberikan penanda (peneng) sebagai bukti kelayakan untuk dikurbankan dan aman dikonsumsi.

“Kami imbau masyarakat, agar membeli hewan kurban yang telah diperiksa dan diberi tanda oleh petugas kami. Itu penting, agar masyarakat merasa tenang dan yakin atas kesehatan hewan yang dikurbankan,” tegasnya.

Tidak hanya di pusat kota, kegiatan serupa juga dilakukan secara serentak di kawasan kecamatan lainnya.

Di Kecamatan Samboja, misalnya, pemeriksaan dilakukan oleh Puskeswan setempat yang juga mencakup Muara Jawa dan Sangasanga.

“Teman-teman di lapangan terus bergerak. Jadi jangan khawatir, semua wilayah kita pantau,” jelas Gazali. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *