Disdikbud Kukar Gunakan Strategi Efisiensi Percepatan Perbaikan Sekolah

0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

STRATEGI : Kadisdikbud Thauhid Afrilian Noor, ini menjadi strategi efisiensi untuk mempercepat pengerjaan tanpa membebani anggaran secara berlebihan, (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menerapkan strategi efisiensi untuk mempercepat perbaikan sekolah di tengah keterbatasan anggaran.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebut sebagian besar pekerjaan yang direncanakan bersifat rehabilitasi ringan agar dapat diselesaikan tepat waktu.

“Ini menjadi strategi untuk mempercepat pengerjaan tanpa membebani anggaran secara berlebihan,” ujar Kadisdikbud Thauhid, Selasa(12/08/2025).

Sekitar 56 persen dari anggaran Disdikbud digunakan untuk belanja pegawai, sehingga dana untuk pembangunan menjadi terbatas. Kondisi ini membuat perbaikan sekolah tidak bisa dilakukan secara bersamaan di semua lokasi.

“Kalau ada sekolah yang belum kebagian perbaikan, kami harap bisa bersabar. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Tapi anggaran memang tidak sebesar sebelumnya,” katanya.

Meski demikian, bantuan pemerintah pusat ikut meringankan beban daerah. Thauhid menyebut, ada sekitar 30 sekolah yang masuk dalam program revitalisasi dari pusat dan pelaksanaannya dikelola langsung sekolah masing-masing.

“Bantuan ini sangat membantu percepatan layanan dasar pendidikan, apalagi untuk sekolah-sekolah yang belum tersentuh,” jelasnya.

Efisiensi juga diterapkan dalam pengadaan mebel sekolah. Disdikbud memanfaatkan kursi dan meja yang masih layak pakai dengan mengumpulkannya di sekolah tertentu untuk menutup kekurangan.

“Contohnya, di CP9. Mereka tidak dapat kursi baru, tapi kami maksimalkan kursi lama yang masih bagus,” ungkapnya.

Jika ada pembangunan ruang kelas baru, mebel akan dilengkapi secara menyeluruh. Namun untuk saat ini, pemanfaatan perabot lama menjadi pilihan agar dana bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan.

“Tapi untuk sementara, kami hitung dulu mana yang masih bisa digunakan, agar bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan,” tandasnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *