UMKM Samboja Barat Didorong Naik Kelas Lewat Digitalisasi

0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

BERUPAYA : Camat Burhanuddin, Kecamatan Samboja Barat terus berupaya melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM. Sekarang, kami ikut berinovasi dalam program tingkat kabupaten, yaitu Level Up UMKM Samboja Naik Kelas. (foto: rob)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Meski baru berdiri sejak 2020 lalu, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), didorong naik kelas lewat digitalisasi.

Kendati baru sekitar 5 tahun, Kecamatan Samboja Barat terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di sektor UMKM.

Pemerintah kecamatan aktif melakukan pembinaan, agar pelaku UMKM lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyampaikan bahwa pihaknya kini terlibat langsung dalam program Level Up UMKM Samboja Naik Kelas yang digagas di tingkat kabupaten.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan konvensional, tetapi juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan dan pemasaran usaha.

“Kecamatan Samboja Barat terus berupaya melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM. Sekarang, kami ikut berinovasi dalam program tingkat kabupaten, yaitu Level Up UMKM Samboja Naik Kelas,” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Salah satu bentuk nyata dari pendampingan tersebut, adalah penyelenggaraan pelatihan digitalisasi yang berfokus pada strategi pemasaran berbasis daring.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan era digital dan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengakses produk melalui platform online.

“Baru-baru ini, kami bekerja sama dengan Otorita setempat untuk melaksanakan pelatihan digitalisasi UMKM, khususnya dalam hal pemasaran produk melalui platform e-commerce seperti Shopee,” kata Burhanuddin.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 pelaku UMKM lokal yang tersebar di berbagai wilayah Samboja Barat. Mereka dibekali keterampilan memasarkan produk secara online, agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

Pembinaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi digital di tingkat kecamatan yang berkelanjutan.

Pemerintah kecamatan menilai digitalisasi sebagai kunci, agar UMKM tidak tertinggal dalam era persaingan terbuka.

“Harapan kami, pelaku UMKM bisa lebih mandiri, mampu bersaing secara digital, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah,” tutupnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *