SUMBER PANGAN : Kades Hendra Wahyudi, setiap rumah di Segihan harus punya sumber pangannya sendiri. Pekarangan yang selama ini terbengkalai, kini kami dorong untuk diolah menjadi kebun atau kolam ikan. (foto: rob)
berikabarnusantara.com, KUKAR – Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), membangun ketahanan pangan di pekarangan rumah lewat program bioflok.
Ketahanan pangan di Desa Segihan, tidak lagi bergantung pada hamparan sawah yang luas. Warga desa kini mulai menata pekarangan rumah mereka menjadi sumber pangan yang produktif, seperti menanam sayur-mayur dan mengembangkan budidaya ikan dalam skala rumah tangga.
Transformasi ini dimotori program “Satu Rumah Satu Bioflok” yang diperkenalkan sejak tahun lalu. Kepala Desa (Kades) Segihan, Hendra Wahyudi, menyebut inisiatif ini sebagai upaya membangun ketahanan pangan dari lingkup terkecil.
“Setiap rumah di Segihan harus punya sumber pangannya sendiri. Pekarangan yang selama ini terbengkalai, kini kami dorong untuk diolah menjadi kebun atau kolam ikan. Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar bagi desa,” ujar Hendra saat ditemui, pada Jumat (01/08/2025).
Program Bioflok ini menjadi bagian dari strategi desa dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan berbasis skala rumah tangga.
Untuk menunjang keberlanjutan program, tahun ini pemerintah desa mengucurkan anggaran sebesar Rp600 juta dari Dana Desa guna memperbaiki infrastruktur pendukung.
Mulai dari sistem irigasi, embung penampungan air, hingga drainase lahan pertanian menjadi prioritas pembenahan.
“Kami tidak ingin ada lagi petani yang gagal panen karena kekurangan air. Infrastruktur air harus siap, agar sawah tidak mengering,” tegas Hendra.
Menariknya, embung yang dibangun di beberapa titik tidak hanya berfungsi sebagai penyuplai air irigasi, tapi juga dioptimalkan warga untuk budidaya ikan air tawar.
Bahkan di sejumlah lokasi, warga mulai mengembangkan usaha ternak kecil-kecilan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Langkah kreatif memanfaatkan lahan pekarangan ini membuktikan bahwa kemandirian pangan tidak harus menunggu skala besar.
Desa Segihan menunjukkan, bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari rumah oleh masyarakat itu sendiri dengan dukungan yang tepat dari pemerintah desa. (rob)
Editor : 54H

