Desa Bangun Rejo Bangun Taman Terpadu

0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

PEMBANGUNAN SOSIAL : Kantor Desa Bangun Rejo. Kades Yuyun Porwanti, yang kami kejar sekarang bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sosial. (foto: ist)

berikabarnusantara.com, KUKAR – Desa Bangun Rejo akan membangun taman terpadu. Pembangunan ini menjadi program prioritas pada tahun 2025 ini.

Kepala Desa (Kades) Bangun Rejo, Yuyun Porwanti, mengatakan pembangunan taman terpadu tersebut bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan juga sebagai pusat aktivitas sosial, budaya dan dapat menumbuhkembangkan ekonomi lokal berbasis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Taman ini akan menjadi tempat masyarakat mencari hiburan, berolahraga, dan berkumpul, sekaligus jadi pusat UMKM, pusat informasi, dan tempat berbagi cerita,” ujar Yuyun, Jumat (08/08/2025).

Kades juga bilang, rencananya lokasi pembangunan taman direncanakan di depan Balai Pertemuan Umum (BPU) Garuda. Di atas lahan tersebut, akan dibangun fasilitas jogging track, sarana olahraga, ruang bermain, serta area terbuka bagi kegiatan kreatif dan pertunjukan warga.

Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan di Desa Bangun Rejo, jelas Yuyus, sudah mencapai 85 persen. Saat ini, masyarakat membutuhkan ruang interaksi publik yang mudah diakses dan ramah bagi kelompok rentan, seperti perempuan dan anak muda.

“Yang kami kejar sekarang bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sosial. Ruang publik yang sehat dan terbuka itu penting untuk pertumbuhan masyarakat yang aktif dan produktif,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pemerintah desa juga akan mengaktifkan kembali kegiatan Karang Taruna dan menyiapkan berbagai program pelatihan keterampilan.

Fokus pemberdayaan akan diarahkan kepada generasi muda dan ibu-ibu muda yang selama ini belum mendapat ruang yang cukup.

“Banyak yang punya potensi, tapi belum difasilitasi. Maka itu, kami akan ciptakan ruang untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan,” tambah Yuyun.

Rencana pembangunan taman ini telah diajukan ke pemerintah kabupaten. Meski belum dipastikan kapan realisasi anggarannya, Yuyun tetap optimistis program ini dapat terlaksana dengan dukungan semua pihak.

Dia mengapresiasi semangat pemerintah kabupaten sebelumnya yang sangat mendorong pembangunan ruang publik, seperti taman desa.

Menurutnya, kebijakan tersebut seharusnya dilanjutkan, karena memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Yang belum kami miliki adalah ruang terbuka gratis untuk semua. Saya ingin, desa punya tempat yang bisa menjadi titik kumpul, tempat berkembang, dan membangun kebersamaan,” harapnya. (rob)

Editor : 54H

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *