HAK PELAJAR : Bupati Aulia Rahman Basri, akses teknologi harus menjadi hak semua pelajar tanpa terkecuali. (foto: rob)
berikabarnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendorong digitalisasi pendidikan fokus memperkuat akses dan pelatihan.
Kini, Pemkab Kukar mulai mengarahkan transformasi pendidikan digital bukan hanya pada pencapaian status, tetapi juga penguatan akses dan pelatihan teknologi bagi pelajar di berbagai wilayah.
Hal ini tercermin dari masuknya 16 sekolah di Kukar sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) 2025. Termasuk SMPN 7 Muara Kaman, salah satu sekolah yang telah resmi menyandang predikat tersebut.
Pencapaian ini tentunya menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyamakan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedalaman.
Pemerintah menilai, bahwa digitalisasi harus berjalan merata agar pelajar di Kukar memiliki daya saing di tingkat global.
Program Sekolah Rujukan Google tidak sekadar menghadirkan koneksi internet dan perangkat belajar, tetapi juga menyertakan pelatihan intensif dalam penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dengan membangun ekosistem belajar yang modern dan berkelanjutan.
Terkait dengan hal tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa akses teknologi harus menjadi hak semua pelajar tanpa terkecuali.
“Walau berada di pedalaman, pengetahuan dan wawasan mereka harus setara dengan dunia internasional,” ucapnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar mencatat, daftar sekolah yang masuk program ini tersebar di berbagai kecamatan, seperti Tenggarong, Loa Kulu, Muara Badak.
Selain itu, Sebulu, Sanga Sanga, hingga Kembang Janggut dan Tabang. Hal ini membuktikan bahwa pemerataan program menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Selain dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas guru menjadi prioritas. Pemerintah mendorong para pendidik untuk mengikuti pelatihan berkelanjutan dalam memanfaatkan fitur Google for Education secara optimal.
“Sekolah Google di Kutai Kartanegara kini sudah menjadi sekolah rujukan. Kita termasuk daerah dengan jumlah terbanyak,” ujar Aulia, yang menilai Kukar kini memiliki potensi kuat untuk menjadi pionir pendidikan digital di Kalimantan.
Transformasi digital di sektor pendidikan juga dianggap penting dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Pemanfaatan teknologi di ruang kelas dipercaya dapat meningkatkan minat belajar siswa, sekaligus memperluas cakupan materi.
Pemkab Kukar menyiapkan dukungan jangka panjang dengan mengembangkan roadmap digital pendidikan yang mencakup infrastruktur, pelatihan, dan pengembangan konten berbasis teknologi. Pendekatan ini diharapkan menjangkau semua jenjang sekolah secara bertahap.
“Guru harus bisa mengupgrade diri dan memanfaatkan teknologi demi kemajuan pendidikan Kukar,” terang Aulia. (rob)
Editor : 54H

