RENOVASI TOTAL : Bidang Budaya, Pamong Budaya Ahli Muda, Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kukar, M Saidar, sudah waktunya dilakukan renovasi total. Banyak kayu yang lapuk dan bangunan juga perlu pembenahan agar layak dikunjungi kembali. (foto: rob)
berikabarnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), berencana melakukan renovasi besar terhadap Museum Kayu Tuah Himba pada tahun 2026.
Museum yang terletak di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong ini, merupakan salah satu aset budaya penting yang menyimpan ragam koleksi kayu khas Kalimantan.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kukar, M Saidar, yang akrab disapa Deri ini mengungkapkan, bahwa kondisi bangunan museum yang telah berdiri sejak 1998 itu sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Tidak hanya fisik bangunan, sejumlah koleksi juga rusak akibat usia dan serangan rayap.
“Sudah waktunya dilakukan renovasi total. Banyak kayu yang lapuk dan bangunan juga perlu pembenahan agar layak dikunjungi kembali,” ujar Deri, Rabu (16/07/2025).
Usulan renovasi ini telah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja (Renja) Disdikbud Kukar dan diharapkan bisa masuk dalam alokasi anggaran tahun 2026. Rencana perbaikan mencakup pembaruan struktur bangunan dan revitalisasi ruang pamer.
“Kami akan tata ulang semua aspek museum, mulai dari bangunan fisik sampai penataan koleksi, agar lebih menarik dan informatif bagi pengunjung,” tambah Deri.
Selain fokus pada aspek fisik dan isi koleksi, Disdikbud juga tengah menyusun konsep baru penyajian informasi untuk membuat museum lebih interaktif.
Harapannya, pembaruan ini akan meningkatkan antusiasme masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda dalam mengenal warisan budaya daerah.
“Renovasi ini bukan hanya soal perbaikan, tapi juga bagian dari strategi edukasi publik. Museum harus jadi ruang belajar yang hidup, bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah,” jelasnya.
Museum Kayu Tuah Himba menyimpan berbagai jenis kayu khas Kalimantan yang mencerminkan kekayaan biodiversitas, sekaligus nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.
Keberadaannya dinilai penting sebagai pusat literasi budaya dan referensi pendidikan, terutama dalam konteks pelestarian lingkungan dan budaya hutan tropis.
“Kalau fasilitasnya bagus dan koleksinya terawat, tentu orang akan tertarik datang. Kami ingin museum ini benar-benar berfungsi sebagai pusat edukasi dan kebanggaan daerah,” tutur Deri, berharap. (rob)
Editor : 54H

